Tuesday, December 12, 2017

CONTOH ABSTRAK UNTUK LOMBA KARYA TULIS ILMIAH (LKTI) HICOM SEASON 3

CONTOH ABSTRAK LKTI HICOM SEASON3 

silahkan download 
dibawah ini
|
V


CONTOH

SMA AL –IRSYAD SURABAYA
KONSEP SEKOLAH BUDAYA
SEBAGAI WADAH GENERASI MUDA
DALAM MELESTARIKANTARIAN BEDOYO KAMANTAKAH DI BANGKALAN
CAMILA, KARIMAH, QONITAH

INDONESIA
13-12-207


Nb : Untuk cover bebas sesuai kreatifitas peserta





BIODATA PESERTA HICOM III

Nama Ketua                :Qonitah Ghoniyyah
Kelas                           : XII 1PS2
Nomor Hp                   :082257806408
Email                           :Gqonitah123@gmail.com
Asal Sekolah               :SMA AL-ISRSYAD SURABAYA

Nama Anggota            :Karimah
Kelas                           : XII 1PS2
Nomor Hp                   :082257803456
Email                           :Karimah@gmail.com
Asal Sekolah               :SMA AL-ISRSYAD SURABAYA

Nama Anggota            :Camila
Kelas                           : XII 1PS2
Nomor Hp                   :082257808796
Email                           :Camila@gmail.com
Asal Sekolah               :SMA AL-ISRSYAD SURABAYA


BIODATA GURU PEMBIMBING

Nama                           :Sri Yuni Pariyati
Guru Mapel                 :Sejarah
Nomor Hp                   :081332258466
Email                           :SriYuni@gmail.com







Nb : Gelar guru dapat disertakan secara lengkap, apabila ada kesalahan penulisan kami panitia tidak bertanggung jawab karena kami mencetak sertifikat sesuai data diatas










KONSEP SEKOLAH BUDAYA
SEBAGAI WADAH GENERASI MUDA
DALAM MELESTARIKAN
TARIAN BEDOYO KAMANTAKAH DI BANGKALAN
Oleh:
Camila, Karimah, Qonitah G.
Pembimbing
Sri Yuni Pariyati (081332258466)
SMA AL Irsyad Surabaya JL. Iskandar Muda No.56

Abstrak: Tarian bedoyo kamantakah adalah satu dari bentuk kearifan lokal masyarakat Madura Barat, khususnya Bangkalan. Seperti bedoyo lainnya, tarian yang dibawakan oleh tujuh atau sembilan gadis ini hanya dipentaskan untuk menyambut tamu agung keraton. Terdapat tiga fase dalam gerakan tarian ini yang menggambarkan perputaran kehidupan manusia mulai dari tiada, ada (datang, bermakna, dan menebarkan wewangian), hingga berpulang pada Tuhan. Tarian yang sangat masyhur di lingkungan keraton Madura Barat ini telah mengalami pergeseran dan kemurnian yang kian luntur. Hal tersebut berdampak pada menurunnya kepedulian dan rasa cinta generasi muda terhadap tarian ini. Oleh karena itu pengembangan tarian ini terbatas pada pihak-pihak tertentu dan terkesan kurang kooperatif. Tujuan penelitian ini ialah memberikan konsep solutif mengenai pelestarian tarian bedoyo kamantakah yang diwujudkan melalui sekolah budaya. Di dalam penelitian ini kami menggunakan metode sejarah dan observasi lapangan. Konsep sekolah budaya yang bersifat edukasi kultural secara konteks sekaligus praksis untuk melestarikan tarian bedoyo kamantakah ini akan melibatkan peran Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan, Yayasan Kesultanan Bangkalan, Sanggar Tarara, sejarahwan, budayawan, dan masyarakat yang dikhususkan pada generasi muda.

Kata kunci: Tarian, Bedoyo, Kamantakah, Sekolah Budaya.

1 comment: